Kepribadian dan Potensi Diri



Kepribadian

Kepribadian ?? Apa itu Kepribadian?? 


Gambar terkaitPada buku yang berjudul Psikologi Umum karangan Drs. Alex Sobur, M.Si. bahwa Kata “kepribadian” (personality) sesungguhnya berasal dari bahasa Latin, PERSONA. Pada mulanya kata persona ini menunjuk pada topeng yang biasa digunakan oleh pemain sandiwara pada zaman Romawi dalam memainkan peranan-perananya. 

Menurut (Koswara, 1991: 10) pada buku Psikologi Umum halaman 261 bahwa Lambat laun, kata persona (personality) berubah menjadi satu istilah yang mengacu pada gambaran sosial tertentu yang diterima oleh individu dari kelompok atau masyarakatnya, kemudian individu tersebut diharapkan bertingkah laku berdasarkan atau sesuai dengan gambaran sosial (peran) yang diterimanya . 

Menurut (Berry et.al., 1999: 141) pada buku  Psikologi Umum pada halaman 261 bahwa dalam penelitian kepribadian, terdapat berbagai istilah, seperti motif, sifat, dan temperamen, yang menunjuk kekhasan permanen pada perseoranga.

Menurut Allport (1971) dalam bukunya Personality dan dalam buku Psikologi Umum pada halaman 261 bahwa Allport mendefinisikan kepribadian sebagai berikut : Personality is the dynamic organization within the individual of those psychophysical system that determine his unique adjustments to his environment. 

Dengan demikian, berdasarkan definisi di atas, kepribadian memiliki beberapa unsur, yaitu sebagai berikut : “Kepribadian adalah apa yang menentukan perilaku dalam situasi yang ditetapkan dan dalam kesadaran jiwa yang ditetapkan” Menurut (Cattel, 1965: 27 ) pada buku Psikologi Umum halaman 262.

Menurut Koentjaraningat (1980) dalam buku Psikologi Umum halaman 262 bahwa menyebut “kepribadian” atau personality sebagai “Susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap-tiap manusia”.

Menurut para psikolog, istilah “kepribadian” mempunyai arti yang lebih dari pada sekadar sifat menarik. Sifat itu bermacam-macam, antara lain sebagai berikut :
  1. Ada yang berkenaan dengan cara orang berbuat, seperti tekun, tabah, dan cepat.
  2. Ada yang menggambarkan sikap, seperti sosiabilitas dan patriotisme.
  3. Ada yang berhubungan dengan minat, seperti estetis, atletis, dan sebagainya.
  4.   Yang terpenting adalah temperamen emosional, meliputi optimisme, pesimisme, mudah bergejolak, dan tenang.

Buku-buku filsafat antropologi dan psikologi kepribadian pada umumnya sering menyebut perbedaan antara pandangan kontinental (daratan Eropa, terutama Jerman), pandangan Amerika, dan pandangan Asia. Perbedaan itu lebih tepat jika dikatakan karena adanya   pengaruh pandangan filsafat yang berbeda, bukan karena perbedaan tempat, daerah, atau benua. Dengan pesatnya perkembangan teknologi, terutama ilmu komunikasi, bumi menjadi sempit dan terbentuklah apa yang oleh Marshall McLuhan disebut-sebut sebagai global village (desa dunia), dan manusia. Misalnya, di daratan Eropa, pandangan ahli-ahli filsafat Leibniz (1646-1716) dan Immanuel Kant (1724-1804) sangat besar pengaruhnya, sedangkan di Amerika dan Inggris lebih dipengaruhi oleh ajaran John  Locke (1632-1704). Di Asia, pandangan mengenai manusia dan kepribadian sangat dipengarui oleh filsafat agama Hindu, Budda, Konfusius, dan Islam.

Di antara berbagai perbedaan, yang dirumukan oleh para psikolog, khususnya oleh para teoretisi kepribadian, memiliki beberapa persamaan yang mendasar, yaitu sebagai berikut ini:
-          Pada umumnya, definisi melukiskan kepribadian sebagai suatu struktur atau organisasi hipotesis, dan tingah laku dilihat sebagai sesuatu yang di organisasi dan diintergasikan oleh kepribadian. Dengan kata lain, kepribadian dipandang sebagai “organisasi” yang menjadi penentu atau pengarah tingkah laku.

Selanjutnya, Skinner telah menguraikan sejumlah teknik yang digunakan untuk mengontrol perilaku dipelajari oleh social-learning theoretists yang tertarik dalam modeling dan modifikasi peilaku. Teknis tersebut adalah sebagai berikut Menurut (Wulansari dan Sujatno, 1977) dalam buku Psikologi Umum pada halaman 270.

  •  Pengekangan fisik (physical restrains)
 Menurut Skinner, kita menutup mulut untuk menghindari diri dari menertawakan kesalahan orang lain.
  • Bantuan fisik (physical aids)
Dalam pandangan Skinner, bantuan fisik dapat digunakan untuk mengontrol perilaku. Misalnya, pengendara truk meminum obat perangsang agar tidak mengantuk saat menempuh perjalanan jauh.
  •  Mengubah kondisi stimulus (changing the stimulus conditions)
Suatu teknik lain adalah mengubah stimulus yang bertanggung jawab. Mislanya, orang yang berkelebihan berat badan menyisihkan sekotak permen dari hadapannya sehingga dapat mengekang diri sendiri. Contoh tersebut, orang yang menyingkirkan discriminative stimuli yang menyebabkan perilaku yang tidak diinginkan.
  •  Memanipulasi kondisi emosional (manipulating emotional conditions)
Kita mengadakan perubahan emosional dalam diri kita untuk mengontrol diri. Misalnya, beberapa orang menggunakan teknik meditasi untuk mengatasi stres membuat diri sendiri memiliki suasana hati yang baik sebelum menghadiri pertemuan yang membuat stres agar kita dapat menunjukkan perilaku yang tepat.
  • Melakukan respons-respons lain (performing alternative responses)
Menahan diri dari melakukan perilaku yang membawa hukuman dengan melakukan hal lain. Misalnya, untuk menahan diri agar tidak menyerang orang yang sangat tidak kita sukai.
f.       Menguatkan diri secara positif (positive self-reinforcement)
Salah satu  teknik yang kita gunakan untuk mengendalikan perilaku adalah positive self-reinforcement. Misalnya, seorang pelajar menghadiahi diri sendiri karena telah belajar keras dan dapat mengerjakan ujian dengan baik, dengan menonton film yang bagus.

  •  Menghukum diri sendiri (self punishment)
Menghukum diri sendiri karena gagal mencapai tujuan diri sendiri. Misalnya, seorang mahasiswa menghukum dirinya sendiri karena gagal melakukan ujian dengan baik dengan cara menyendiri dan belajar kembali dengan giat.

D. Tipe-tipe kepribadian

Menurut Hyppcrates dan Galenus (400 SM dari 175 M) dalam buku Psikologi Umum pada halaman 274 yang mengemukakan bahwa manusia dapat dibagi menjadi empat golongan menurut keadaan zat cair yang ada dalam tubuhnya.
 
    Hasil gambar untuk kepribadian
  1.  Melancholicus (melankolisi), yaitu orang yang banyak empedu hitamnya sehingga orang tipe ini selalu bersikap murung atau muram, pesimistis, dan selalu menaruh rasa curiga.
  2.  Sanguinicus (sanguinisi), yaitu orang orang yang banyak darahnya sehingga orang bertipe ini selalu menunjukkan wajah yang berseri seri, periang, dan bersikap optimis.
  3. Flegmaticus (flegmatisi), yaitu orang yaang banyak lendirnya. Orang bertipe ini sifatnya lamban , pemalas, wajahnya selalu pucat, pesimis, pembawaannya tenang dan teguh pada pendirinnya.
  4. Cholericus (kolerisi), yaitu yang banyak empedu kuningnya. Orang bertipe ini bertubuh besar dan kuat, namun penaik darah dan sukar mengendalikan diri, sifatnya garang dan agresif.
Menurut Sheldon pada buku Psikologi Umum halaman 277 meetengahkan pendapat : hendaknya kita berpikir tentang dimensi fisik, bukan tentang tipe (Muhadjir, 1992: 16). Ia menggambarkann kepribadian manusia terdiri atas berbagai kompoen, yaitu : (1) komponen kejamanian, (2) komponen tempramen (Muhadjir, 1992; Suryabrata, 1995), dan  (3) komponen psikiatris (Suryabrata, 1995).
  •  Komponen Kejasmanian
            Komponen kejasmanian terdiri atas dua macam, yaitu : 

Komponen kejasmanian primer, yaitu :
1.      Endomorphy;
2.      Mesomorphy;
3.      Ectomorphy.
 
Komponen kejasmanian sekunder, yaitu :
1.      Dysplasia;
2.      Gynandromorphy;
3.      Texture.
  • Komponen Tempramen
Komponen termpramen ini terdiri atas 3 macam komponen, yaitu :
a.       Viscetronia;
b.      Cerebrotonia;
c.       Somatotonia.
  •   Komponen Psikiatris
a.       Affective;
b.      Paranoid;
c.       Heboid.

Tanda-tanda Kepribadian yang Sehat
  1. Kepercayaan mendalam pada diri sendiri maupun dengan orang lain.
  2. Tidak ragu-ragu dan pemalu tetapi berani.
  3. Inisiatif berkembang dan tidak selalu merasa dirinya bersalah atau berdoa.
  4. Tidak merasa minder tetapi mempunyai semangat kerja.
  5. Bersikap jujur pada diri sendiri.   
  6.  Mampu berdedikasi.
  7. Senang berubungan dengan bersama.
  8. Generativitas.
  9. Integritas.
  10. Tanda-tanda kepribadian yang Kurang Sehat
  11. Tidak mampu melakukan persahabatan atau mengisolasikan diri.
  12. Daya konterasi buyar, ketekunan hancur, terlalu banyak melamun.
  13. Penyangkalan terhadap nama, asal-usul, suku bangsa, masa lampau, dan seabagainya.
  14. Tidak mampu memperjuangkan diri, bahkan kadang kadang timbul keinginan mengakhiri hidup , berkaitan dengan kebosanan hidup.
  15.  Sifat ingin balas dendam , bereaksi terlalu radikal terhadap rang lain atau pada diri sendiri, tidak mengakui masa lampaunya, lalu mau mengubah diri secara singkat dan radikal.


 Potensi Diri
 

1. Pengertian Potensi Diri

Hasil gambar untuk potensi diri
Menurut WIKIPEDIA potensi berasal dari bahasa Inggris to potent yang artinya keras, atau kuat. Istilah lain potensi dapat disebut kemampuan, kekuatan, kesanggupan, atau daya, baik sudah terwujud atau belum terwujud, tetapi belum optimal.
Manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa sebagai makhluk paling sempurna di antara makhluk makhluk ciptaan Tuhan lainnya. Manusia dianugerahi cipta, rasa, dan karsa. Ketiga hal tersebut yang disebut potensi dasar. Dengan daya cipta, manusia mampu menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan diri sendiri atau dimanfaatkan oleh orang lain. Melalui perasaan, manusia mampu merasakan atau membedakan mana yang baik atau mana yang buruk. sedangkan dengan karsa, manusia mempunyai kemauan untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu.

2. Macam-Macam Potensi Diri
Potensi diri merupakan kemampuan, kekuatan, baik yang belum terwujud maupun yang telah terwujud, yang dimiliki seseorang, tetapi belum sepenuhnya terlihat atau dipergunakan secara maksimal oleh seseorang. Potensi sendiri menyangkut kemampuan dasar inteligensi, logika, dan sikap kerja. Walaupun demikian, tidak ada manusia sempurna yang memiliki kelebihan dalam segala hal dibandingkan orang lain. Secara umum, Menurut Budiyanto (2006:3) pada buku Pengantar Psikologi Umum pada halaman 173 menyebutkan bahwa potensi diri setiap manusia terdiri atas:
  1. Potensi Fisik (Psychomotoric) adalah organ fisik manusia yang dapat dipergunakan dan diberdayakan untuk berbagai kepentingan pemenuhan kebutuhan hidup. Setiap potensi fisik yang dimiliki manusia mempunyai fungsi sendiri-sendiri. Misalnya, kaki untuk berjalan, mulut untuk berbicara, telinga untuk mendengar, dan lain-lain.
  2. Potensi Mental Intelektual (Intellectual Quotient) adalah potensi kecerdasan yang ada dalam otak manusia. Potensi ini berfungsi untuk menganalisis, merencanakan, menghitung, dan lain sebagainya,
  3. Potensi Emosional (Emotional Quotient) adalah potensi kecerdasan yang ada pada otak manusia (otak belahan kanan). Potensi emosional berfungsi untuk mengendalikan marah, bertanggung jawab, motivasi, kesadaran diri dan lain sebagainya.
  4. Potensi Mental Spiritual (Spiritual Quotient) adalah potensi kecerdasan dalam diri sendiri yang berhubungan dengan kearifan di luar jiwa sadar (bukan hanya mengetahui nilai tetapi menemukan nilai. Spiritual Quotient dapat terbentuk melalui pendidikan agama formal.
  5. Potensi Ketahanmalangan (Adversity Quotient) adalah potensi kesadaran manusia yang bersumberkan pada bagian dalam diri manusia yang berhubungan dengan keuletan, ketangguhan dan daya juang. Adversity Quotient (AQ) adalah faktor spesifik sukses (prestasi) seseorang karena mampu merespon berbagai kesulitan. Melalui AQ manusia mampu mengubah suatu rintangan sebagai penghalang menjadi peluang.

Secara umum, potensi dapat diklasifikasikan sebagai berikut.
  • Kemampuan dasar, seperti tingkat intelegensi, kemampuan abstraksi, logika dan daya tangkap.
  • Etos kerja, seperti ketekunan, ketelitian, efisiensi kerja dan daya tahan terhadap tekanan.
  • Kepribadian, yaitu pola menyeluruh semua kemampuan, perbuatan, serta kebiasaan seseorang, baik jasmaniah, rohaniah, emosional maupun sosial yang ditata dalam cara khas di bawah aneka pengaruh luar.
Menurut La Rose (1991:56) dalam buku Pengantar Psikologi Umum halaman 211 menyebutkan bahwa orang yang berpotensi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Suka belajar dan mau melihat kekurangan dirinya.
  2. Memiliki sikap yang luwes.
  3. Berani melakukan perubahan secara total untuk perbaikan.
  4. Tidak mau menyalahkan orang lain amupun keadaan.
  5. Memiliki sikap yang tulus bukan kelicikan.
  6. Memiliki rasa tanggung jawab.
  7. Menerima kritik saran dari luar.
  8. Berjiwa optimis tidak mudah putus asa.
Potensi merupakan suatu daya yang dimiliki oleh manusia, tetapi daya tersebut masih terpendam dalam diri yang bersangkutan. Setiap manusia pada dasarnya memiliki potensi, tetapi tidak setiap manusia berkehendak dan mau bekerja keras untuk mendayagunakan potensi tersebut. Pengertian potensi diri adalah kemampuan yang dimiliki setiap pribadi (individu) yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan dalam berprestasi. Potensi diri adalah kemampuan yang terpendam pada diri setiap orang, setiap orang memilikinya. Potensi diri ada yang bersifat positif dan ada yang bersifat negatif.

A. Potensi Positif
  1. Memiliki Idealisme
  2. Dinamis dan Kreatif
  3. Keberanian Mengambil Resiko
  4. Optimis dan Kegairahan Semangat
  5. Kemandirian dan Disiplin Murni
  6. Terampil dalam Menerapkan IPTEK
  7. Kompetitif
  8. Memiliki Bakat
B. Potensi Negatif
  1. Mudah Diadu Domba
  2. Kurang Berhati-hati
  3. Emosional
  4. Kurang Percaya Diri
  5. Kurang Memiliki Motivasi
 Sumber : 
*Buku Psikologi Umum (Drs.Alex Subur M,Si.) Penerbit: PUSTAKA SETIA Bandung

Komentar