Perilaku organisasi








Perilaku Organisasi

Hasil gambar untuk perilaku organisasiMenurut Nimram pada buku Psikologi Umum halaman 361 , Pengertian Perilaku Organisasi adalah bidang studi yang menyelidiki pengaruh yang ditimbulkan oleh individu, kelompok dan struktur terhadap perilaku manusia di dalam organisasi dengan tujuan menerapkan pengetahuan yang didapat untuk meningkatkan efektifitas organisasi.

Dan menurut Jhonspada buku Psikologi Umum halaman 362 mengatakan bahwa, Pengertian Perilaku Organisasi merupakan suatu istilah yang agak umum yang menunjuk pada sikap dan perilaku individu dan kelompok dalam organisasi, yang berkaitan dengan studi yang sistematis mengenai sikap dan perilaku, baik yang menyangkut pribadi maupun antarpribadi dalam konteks organisasi.


Cara membina hubungan antara atasan dengan bawahan
Hasil gambar untuk membina hubungan yang baik dengan atasan 



 Adapun seperti yang dituliskan dalam buku "Psikologi Umum" karangan Dr. Alex Sobur, M.si.  pada halaman 364 bahwaa ada beberapa  cara membina hubungan yang baik dengan atasan , yaitu :

1. Tepat Waktu
Kita harus selalu disiplin terhadap waktu. Tugas-tugas yang diberikan kepada kita diusahakan agar dapat selesai tepat pada waktu yang telah ditentukan.
Begitu juga dengan kehadiran, bila seorang pegawai terlambat, cepat atau lambat akan membuat jengkel karyawan yang lainnya yang selalu mempertimbangkan agar hadir tepat pada waktunya, lebih-lebih bila perasaan pegawai lainnya menganggap tidak diperlakukan secara adil oleh atasannya.

2.  Berbagi  Tugas
Tidak mungkin seorang pimpinan menyelesaikan tugas-tugas yang ada di bawah tanggung jawabnya. Pimpinan harus dapat memisahkan mana yang seharusnya dikerjakan dan mana yang seharusnya dikerjakan oleh staf.

3.  Loyalitas / Pengabdian
Seorang bawahan harus bersikap loyalitas kepada pimpinannya, antara staf dan pimpinan harus selalu memberi dukungan agar pekerjaan-pekerjaan itu dapat terselesaikan sesuai dengan tujuan yang diinginkan.  Sebagai staf jangan membiarkan diri kita terjerumus dalam perbuatan mengkritik atasan atau menyebarkan gosip ke orang lain di kantor, ini akan dapat menghambat hubungan kita dengan pimpinan. Tetapi apabila kita memang mempunyai keluhkan dengan pimpinan sebaiknya kita menyampaikan secara langsung kepada atasan atau pimpinan.

4.  Respect Terhadap Atasan / Diri Sendiri / Teman
Menaruh perhatian (respect) terhadap atasan bukan berarti menjilat, tetapi yang dimaksud disini adalah menaruh perhatian kepada hal-hal yang kecil, agar dapat membantu membina hubungan yang baik dengan pimpinan, seperti mengucapkan “selamat” pada saat pimpinan kita naik jabatan ataupun Ulang Tahun, atau hal-hal lainnya.

5.  Menjalankan  Tugas  Dengan Benar

6.  Jangan Sering  Menggangu Atasan Dengan Hal-Hal Kecil
Bila kita mempunyai masalah-masalah kecil yang tidak begitu penting sebaiknya kita adapat bertindak kreatif dalam menyelesaikan tugas-tugas kita, juga harus mampu mengambil inisiatif sendiri terhadap masalah-masalah kecil yang ada.
Contoh Kasus : karyawan perusahaan, merasa tidak nyaman dengan kondisi tempatnya bekerja. Iklim perusahan di sana membuatnya tersiksa karena dia merasa tidak diperhatikan oleh rekan kerja maupun atasannya. Apa yang menjadi keinginannya seperti dihambat oleh rekan kerja maupun atasannya sendiri. Sebagai seorang individu bebas, merasa dihambat perkembangan pikir dan idenya. Apa yang terjadi bisa saja terjadi pada karyawan lain di perusahaan lain. Hal ini memang bukan hal baru tetapi jika tetap diteruskan tanpa pernah berusaha menyelesaikan yang terjadi maka perusahaan menjadi tempat yang mengerikan bagi karyawannya.

Nilai  Perilaku  Pegawai  dalam  Kegiatan  Usaha
Hasil gambar untuk perilaku 

Adapun seperti yang dituliskan dalam buku "Pengantar Psikologi Umum" karangan Sarlito W Sarwono.  pada halaman 370 bahwa ada beberapa hal yang harus diperhatikan membangun perilaku pegaiwai dalam kegiatan usaha , yaitu :
 
a). Tepat  Waktu
Bila seorang pegawai terlambat, cepat atau lambat akan membuat jengkel karyawan yang lainnya, yang selalu mempertimbangkan agar hadir tepat pada waktunya, lebih-lebih bila perasaan pegawai lainnya menganggap tidak diperlakukan secara adil oleh atasannya.

b).  Memiliki  Rasa  Hormat Terhadap  Diri, Teman dan Pimpinan

c).  Memiliki  Loyalitas  atau  Pengabdian
Setiap perusahaan mengharapkan semua karyawan bekerja sesuai dengan apa yang ditugaskan dan tidak menolaknya. Tidak menutup mata untuk patuh, tetapi bersedia untuk bekerja mencapai tujuan yang diinginkan.

d).  Menjalankan  Tugas
Perusahaan menghargai pegawai yang menjalankan tugasnya dengan baik, dan dengan demikian perusahaan tidak merasa enggan untuk membayar sesuai dengan apa yang telah dikerjakan.

e).  Dapat  Dipercaya
Perusahaan tidaklah beroperasi dalam lingkungan yang menyenangkan, haruslah bersaing dalam perusahaan lain.
Hasil yang dicapai oleh pimpinan perusahaan adalah pegawainya menutupi strategi perusahaan dan masa depan, yang bersifat rahasia untuk melindungi dari perusahaan lainnya.

f).  Mengikuti  Jalur Komunikasi
Diharapkan setiap karyawan mengikuti perintah dalam berhubungan dengan pegawai lain yang berbeda kedudukannnya, yang paling penting janganlah langsung menuju top manajemen, sebelum membicarakan dengan  atasan  pada departemennya, bila memilikii masalah atau ide-ide yang ingin disampaikan.

g).  Kemauan  untuk  Bekerja Sama 
Dengan perlakuan yang baik dari atasan, maka bawahan akan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan meringankan beban tugas penyelia menjadi lebih mudah dan membantu menciptakan suasana kerjasama yang menguntungkan.

h).  Motivasi
Dalam usaha pelayanan dianggap bahwa kualitas motivator akan berpengaruh terhadap penampilan kerja pegawai dalam kaitannya dengan tamu. Uang sebagai suatu motivasi (tidak jarang orang-orang berfikiran seperti ini), tetapi pada hakekatnya untuk motivasi bukanlah pada hal-hal yang bersifat material. Pada akhirnya motivasi seseorang berasal dari tanggung jawab dari dalam dirinya, kepekaan sorang manager terhadap masalah motivasi ini, terletak pada bagaimana pemahaman terhadap jenis motivasi yang diinginkan oleh pegawai.
Motivasi yang paling baik adalah yang dinamakan SELF – MOTIVATION  yang berasal dari dalam dirinya. Perlakuan positif dalam suatu kelompok kerja membantu menciptakan sasaran self-motivation. Suatu perusahaan dikatakan berhasil karena terciptanya suasana positif, hingga para pegawai akan memiliki self-motivation yang ditunjukkan dalam aktivitas kerja yang tinggi.

Teknik menjual
Gambar terkait 

 
 1)  Percakapan  Pembuka
Yang dapat menggugah perhatian dalam percakapn awal, dapat dilihat dalam dua hal  :
. Pada saat menyatakan kalimat pertama, apakah tamu nampak secara sadar atau tidak memberikan perhatian dari biasanya.
. Pada saat menit-menit pertama, apakah tamu nampak secara sadar atau tidak menunjukkan bahwa ia tertaratau malah sebaliknya.
. Kalimat pembuka mengandung pertanyaan yang cukup baik, saat tamu bertanya, kita harus siap dengan jawaban yang dapat menarik perhatian tamu.
2)  Menyesuaikan  Kebutuhan  dan  Keinginan
Alasan pertama dari seseorang untuk membeli suatu prosuk adalah untuk memuaskan kebutuhan dan keinginannya.
Untuk menimbulkan keinginan dari tamu , penjual harus mencoba mengamati respon dan reaksi serta bentuklah daya tarik pada apa yang akan dibeli tamu sesuai dengan apa yang disarankan.

3) Tamu  Selalu  Benar
Tamu tidak selamanya benar, tapi kita tetap sebagai penjual mesti bersikap seolah-olah tamu benar. Walaupun sebenarnya tamu itu salah, kita tidak boleh berdebat dan mesti menahan perasaan sendiri. Tentu saja ini tidak mudah.

4) Cara – Cara  Untuk  Meyakinkan
Tindakan menyakinkan pelanggan supaya membeli sesuatu, sebaiknya tidak dilakukan dengan paksa. Bila pelanggan tetap tidak tertarik pada apa yang dijual, hindarilah penjualan yang memaksa dan jangan selalu mengembel-embeli dengan bujukan untuk membeli sesuatu karena seringkali pelanggan tidak tertarik sama sekali untuk membeli.

5)  Pelanggan  Tidak  Suka  Menunggu
Sudah menjadi ketentuan bahwa kita sebagai penjual, harus menolong dan melayani pelanggan dengan segera. Walaupun bagimana sibuk dan terlibatnya kita dalam suatu kegiataan atau pembicaraan, kita mesti menghentikan diri kita dan memperhatikan tamu-tamu kita.
Tata cara yang baik merupakan cara yang paling efektif untuk mengatasi kejengkelan-kejengkelan yang muncul dalam kegiatan kerja yang melibatkan orang.

6)  Pelayanan  Kepada  Tamu
Para pegawai hotel yang langsung berhubungan dengan anggota masyarakat, harus sopan santun dalam melayani tamu dengan cepat dan tepat. Dalam pengertian melayani yang baik, tercakup berbicara yang sopan dan menjawab pertanyaan tamu secara singkat dan jelas.
Selain itu seluruh pegawai yang berhubungan langsung dengan tamu hendaklah bersikap ramah terhadap tamu.


Kesimpulan dari materi ini adalah bahwa setiap atasan dan bawahan selalu harus bersikap bekerja sama dalam membina kesatuan dalam berorganisasi agar terciptanya susana hangat dan harmonis didalam organisasi tersebut. Dan bawahan dan atasan harus saling mengerti kondisi keduanaya agar tidak menimbulkan kesalah pahaman yang akan menghambat perkerjaan. Dan untuk menjual kita harus mengerti apa yang di inginkan konsumen agar konsumen merasa lebih di perhatikan dan merasa puas dilayani oleh pelayanan kita. Dan agar konsumen tersebut dapat bertahan dengan produk yang kita punya dan tidak berpaling ke produsen lain dan bahkan bisa mengajak koleganya untuk mencoba produk kita.


Sumber :
*Buku Pengantar PSikologi Umum (Sarlito W Sarwono)

*Buku Psikologi Umum (Drs.Alex Subur M,Si.) Penerbit: PUSTAKA SETIA Bandung


Komentar